Berita Kampus

PRESMA BEM STAISMAN HADIRI DEKLARASI SURABAYA

05 November 2017 | Posted by Admin | Bagikan Halaman Ini

PRESMA BEM STAISMAN HADIRI DEKLARASI SURABAYA

Tujuh puluh tujuh Presiden Mahasiswa (Presma) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dari 56 PTKIN dan 21 PTKIS se-Indonesia membacakan "Deklarasi Surabaya", termasuk presma BEM/DEMA STAISMAN yang diwakili M.Isra (dari kanan : baris kedua urutan kedua dengan jas  almamater hijau dan  kaos hitam)  di Hotel Verwood Surabaya dari 29 sampai  31 Oktober 2018. "Deklarasi Surabaya" ini  berlatar belakang sebagai komitmen mahasiswa terhadap penolakan dan perlawanan dari segala bentuk paham atau tindakan radikalisme yang mengancam keberadaan Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 Tampak Syafriansyah Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Islam  bersama Syamsul Rijal dan  Waryono ketua dan sekjen  Forum Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan . Terlebih lebih lagi dengan kehadiran  para aktivitis   mahasiswa era 90-an, seperti  Ngatawi Sastro dan Aktivis Mahasiswa Pasca Reformasi, M. Aziz Hakim menambah semaraknya kegiatan Temu Dema PTKI Se Indonesia tersebut.  

Rundown acara dirancang secara apik oleh panitia. Diawali  dengan materi seputar mahasiswa dan pergerakannya dan ditutup dengan acara puncak, pembacaan "Deklarasi Surabaya". Sebelum pembacaan Deklarasi tersebut , para Presma larut dalam nuansa  89 tahun yang silam, tepatnya pada 28 Oktober 1928. Spirit perjuangan Pemuda terasa hadir pada detik-detik pembacaan ikrar Sumpah Pemuda  secara serempak oleh seluruh peserta yang layaknya mewakili masing –masing daerahnya untuk bersatu di bawah" Panji Merah Putih".

Tiba pada acara puncak, yaitu  pembacaan “Deklarasi Surabaya” oleh Dodo Fernando Ketua DEMA IAIN Bukittinggi. Deklarasi ini berisikan enam sikap pernyataan yang berangkat dari keprihatinan mendalam  terhadap masalah keutuhan bangsa , maraknya komersialisasi pendidikan, kemandirian ekonomi dan keadilan sosial, supremasi hukum yang berkeadilan, kontribusi para pemuda dalam pembangunan bangsa,  dan penolakan paham dan tindakan radikalisme sebagai ancaman  keberadaan Pancasila dan keutuhan NKRI.

Menanggapi deklarasi itu, Kepala Seksi Kemahasiswa Direktorat PTKI Kementerian Agama RI, Ruchman Basori menyambut baik dan gembira bahwa mahasiwa UIN, IAIN, STAIN dan PTKIS binaan Kementerian Agama mempunyai kepedulian, komitmen dan semangat kebangsaan yang tinggi.

“Bagi saya deklarasi surabaya merupakan refleksi mendalam untuk menggugah kepedulian, meneguhkan komitmen serta keinginan berkontribusi menyelesaikan problem-problem kebangsaan”, kata Ruchman.

Perlu diingat bahwa komitmen Kementerian Agama dalam upaya  menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI bukanlah program dadakan, melainkan suatu "komitmen tegas sikap kebangsaan". Hal ini terbukti dari rangkai kegiatan terpadu yang dimulai dari Deklarasi Aceh oleh Pimpinan PTKI, Orasi Kebangsaan 28 Oktober serentak dikalangan PTKI hingga kini Deklarasi Surabaya oleh para Presma PTKI.

 (Diintisarikan dari website Diktis/Pipo)