Berita Kampus

WORKSHOP REVISI KURIKULUM : Meningkatkan Mutu Pembelajaran berbasis Penelitian

22 September 2018 | Posted by Admin | Bagikan Halaman Ini

WORKSHOP REVISI KURIKULUM : Meningkatkan Mutu Pembelajaran berbasis Penelitian

info.kampus. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAISMAN) mengadakan Workshop Revisi Kurikulum dengan Tema “Meningkatkan Mutu Pembelajaran berbasis Penelitian yang dilaksanakan hari Kamis tanggal 20 September 2018. Kegiatan ini dihadiri oleh ketua STAISMAN, Dr. M. Noor Anzali, M.Pd, Pembantu Ketua I dan II dan Ketua Prodi serta dosen sebagai peserta.

Workshop revisi kurikulum senantiasa menjadi target dan capaian dalam perguruan tinggi Islam. Penyusunan atau revisi kurikulum, selain kondisi internal program studi,  kondisi  dan  tuntutan  kebutuhan  masyarakat  terhadap  lulusan program  studi,  serta  sistem  nilai  yang  berlaku  dalam  masyarakat tersebut juga harus menjadi dasar pijak pembuatan dan revisi kurikulum. Kurikulum  program  studi  di  perguruan  tinggi  juga  harus  mampu menjawab tantangan regional dan internasional, agar para lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang memadai untuk bersaing di masa mendatang. Salah  satu  kompetensi  yang  juga  penting  dan  mengakar adalah sikap dan karakter seseorang.

Dengan  pengembangan model pembelajaran E-Leraning adalah persiapan menuju perguruan tinggi yang unggul dalam teknologi dan berbasis Penelitian sebagai mutu peningkatan sumber daya, bukan hanya memberi transformasi ilmu (pembelajaran) saja melainkan meneliti dan mengabdi kepada Masyarakat menjadi unggulan dan tradisi dalam perguruan tinggi ini sehingga target untuk menjadi perguruan tinggi sesuai visi dan misi sudah matang dalam kurikulum sebagaimana yang ditetapkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi tercapai.

Berdasarkan pengalaman, bukan teoritik,  menurut Ketua STAISMAN bahwa untuk menetapkan profil lulusan dan kompetensi lulusan, profil dan kompetensi lulusan menjawab pertanyaan: jadi apa lulusan PAI dan PGMI ini? Menjadi Guru sudah jelas dan Pasti, tapi bagaimana kampus ini mampu menghadirkan lulusan tidak harus terpaku menjadi seorang guru an sih, lebih dari itu menjadi peneliti, penda’i, jurnalis, konsultan, usahawan atau yang lainnya bisa menciptakan dirinya untuk bekerja dan belajar. Itulah lulusan yang mampu bersaing sesuai dengan kebutuhan zaman, imbuhnya.

Dengan adanya workshop revisi kurikulum ini telah menjadi rumusan yang akan mudah memandu struktur kurikulum, kebutuhan mata kuliah, dan substansi ajar apa yang diperlukan mahasiswa, serta bagaimana silabus masing-masing mata kuiah itu. Dengan pola ini, penetapan mata kuliah bukan karena common sense penyelenggara atau ketua prodi, misalnya, tetapi betul-betul berdasarkan pada kebutuhan kompetensi dan profil yang diinginkan setiap prodi.(p3m/at)